“Habis Gelap Terbitlah Terang”, Siapa yang tak mengetahui karya tersebut? Kumpulan-kumpulan surat Raden Ajeng (RA) Kartini yang ia tulis untuk sahabat dan saudaranya yang mengisahkan perjalanannya dalam memerjuangkan hak wanita di Indonesia (emansipasi wanita). Berawal dari seorang putri bangsawan atau priyayi, Kartini muda mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Namun pada saat itu, ia merasa mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan orang-orang Eropa lainnya. Sejak saat itu Kartini bertekad seperti yang tertulis dalam bukunya, “Kita harus membuat sejarah baru, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan kita sebagai kaum wanita yang harus mendapat pendidikan yang layak seperti halnya kaum Laki-laki”.
Dalam surat-suratnya, Kartini menunjukkan keberaniannya dalam menyuarakan dan mengkritik budaya patriarki yang sangat mengatur hidup wanita Indonesia. Berkat kegigihan dan usahanya yang tergambar dalam surat-suratnya, RA Kartini dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional yang berjuang untuk kesetaraan gender dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sosok RA Kartini tampak sebagai sosok wanita yang cerdas, berwawasan luas, gigih, dan berani. Banyak wanita Indonesia yang terinspirasi oleh sosok Kartini dan melakukan perjuangan untuk meraih pendidikan yang lebih baik, serta memerjuangkan hak-hak wanita dalam masyarakat Indonesia.
Sosok Kartini masa kini sudah banyak ditemukan di Indonesia. Para perempuan telah mampu membuktikan dengan kegigihan dan keuletannya yang berperan besar dalam kemajuan Indonesia baik di bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, teknologi hingga lingkungan. Mereka memberdayakan masyarakat sekitar, menyampaikan isu-isu tentang perempuan melalui karya serta langkah nyata hingga membuktikan bahwa perempuan juga bisa maju. Sosok Kartini masa kini tersebut di antaranya adalah Najeela Shihab, putri sulung dari Quraish Shihab. Najeela dikenal sebagai perempuan yang inspiratif dalam bidang pendidikan. Sejak tahun 1999, ia menuliskan berbagai buku yang berkaitan dengan pendidikan, menginisiasi pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Cikal, hingga mendirikan penerbit buku Lentera Hati. Semangatnya dalam bidang pendidikan mengantarkannya menjadi Dewan Kurikulum Islamedu, pusat studi Al-Quran yang mengaplikasikan kurikulum alternatif pendidikan islam. Dalam lingkup yang lebih luas, Najeela mendirikan Inibudi.org sebagai media distribusi video pembelajaran secara daring. Menurutnya, film dapat dijadikan media yang menarik untuk pembelajaran. Maka dari itu, ia membentuk Sinedu.id dan Rencanamu.id untuk persiapan pelajar yang akan menempuh kuliah dan masa depan. Selain di bidang pendidikan, Najeela juga menyadari peran penting orang tua dalam sebuah keluarga. Peran keluarga, khususnya seorang ibu pada masa awal kehidupan yang krusial menjadikan Najeela bertekad mendirikan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi mengenai menyusui.

Selain putri dari Quraish Shihab, ada Dr. Maria Ulfah Anshor, M.Si yang merupakan seorang akademisi dan tokoh pendidikan Indonesia yang memiliki pengalaman serta keahlian dalam bidang studi Islam dan gender. Maria Ulfah terkenal sebagai pendiri dan ketua Program Studi Gender dan Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang pertama di Indonesia. Ia juga aktif sebagai pengajar di program studi tersebut dan telah menulis berbagai buku dan artikel ilmiah tentang isu-isu gender dalam Islam, termasuk dalam kajian kitab kuning dan tafsir Al-Qur’an. Selain aktif di bidang akademis, Maria Ulfah juga terlibat sebagai pengurus di beberapa organisasi Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persatuan Islam (Persis). Maria Ulfah diakui sebagai salah satu tokoh perempuan Muslim Indonesia yang berpengaruh dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Ia memperjuangkan pemahaman Islam yang inklusif dan berkeadilan gender, serta mempromosikan hak-hak perempuan dan anak dalam masyarakat.

Selanjutnya yaitu dr. Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP., dikenal sebagai sosok inspiratif di bidang agama dan kesehatan. Dokter Aisah banyak dikenal oleh orang-orang setelah video tentang berbagai tips psikologi dan neuroparenting tersebar di media sosial seperti di YouTube, TikTok, Instagram, dan lain sebagainya. Dokter Aisah dikenal sebagai pembicara yang banyak membahas topik neuroparenting, psikologi orang tua dan anak, rumah tangga, keluarga, dan bahkan persoalan narkoba. Dalam setiap pembicaraannya, beliau selalu mengaitkan sisi keilmuan dari sudut pandang agama Islam yang membuat banyak orang merasa terinspirasi dan terbuka pikirannya. Selain aktif sebagai dokter dan ustadzah, dokter Aisah juga berperan sebagai Ketua Yayasan Nurani Dunia yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan sosial. Ia juga aktif sebagai anggota Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan menjadi salah satu perintis gerakan #SatuDokter untuk membantu masyarakat selama pandemi COVID-19.

Itulah penggalan perjuangan RA Kartini dan sosok inspiratif wanita Indonesia yang meneruskan perjuangan Kartini pada masa kini. Masih banyak lagi sosok-sosok Kartini masa kini yang terus gencar menggaungkan hak-hak wanita Indonesia. Sesuai dengan tema Hari Kartini tahun ini “Perempuan Hebat, Indonesia Maju”, diharapkan kita dapat tumbuh dan saling menguatkan untuk menjadi perempuan hebat agar dapat memajukan bangsa Indonesia. Semua wanita bisa berkarya, tidak ada pembatas untuk penghalang dalam meraih mimpi dan cita-cita tersebut. Hari Kartini sebagai pengingat untuk para perempuan dalam meraih cita-cita setinggi-tingginya seperti yang dilakukan Ibu Kartini untuk membuka kesempatan para perempuan untuk bisa memiliki kesetaraan seperti laki-laki.
Sumber:
https://www.orami.co.id/magazine/habis-gelap-terbitlah-terang
https://id.theasianparent.com/perempuan-luar-biasa-dan-inspiratif
ALHUDA HANIFA Website Official Yayasan Pendidikan Islam Alhuda Hanifa